Saturday, April 18

Thursday, April 2

untitled

Semuanya berat, berat untuk dijalani, berat untuk diterima, berat untuk ikhlas menjalaninya. Rasanya banyak, antara sedih, kecewa, tidak percaya. Campur aduk. Entahlah, yang pasti semua ini salahku, dan aku merasa bersalah sudah melibatkan kalian semua dalam dramaku. Tidak tahu harus bagaimana lagi menjelaskannya, yang kuinginkan sekarang hanya menghilang dan tidak merasakan apa-apa. Jujur aku lelah, sangat lelah. Dan sekarang aku tidak tau harus istirahat dimana. Rumah yang dulu kita anggap rumah hanya tinggal aku yang pulang kesana, lalu apa itu masih bisa disebut rumah? Ya, itu masih rumahku, rumahku yang dingin. Aku bingung setiap rumah itu menghangat kembali seperti ada saja sesuatu yang memaksanya dingin lagi. Apa benar-benar tidak ada celah untuk mimpiku yang sederhana ini agar terwujud Tuhan? Atau memang hanya tinggal aku pemilik mimpi ini? Dipendam aku lelah, diutarakan tidak ada jalan keluar, yang ada hanya aku selalu dan selalu berusaha didepak dari jalan yang aku pilih. Padahal perjuanganku untuk sampai disini tidak mudah, tapi kenapa aku harus dipaksa untuk berhenti?