Aku merindukanmu
setiap menit setiap detik, setiap waktu. Tapi aku harus dan mengerti bahwa kamu
sudah tidak pada masa itu lagi. Aku
ingin bertemu denganmu lagi dan lagi. Tapi aku harus dan mengerti bahwa kamu
punya dunia kamu sendiri dan sudah
tidak selalu butuh aku. Ya, aku masih sangat bergantung denganmu. Ya, terdengar
konyol seolah kebahagiaanku tergantung pada perasaan seseorang terhadapku. Bukan seperti itu, aku mengatakan ini bukan
untuk di kasihani, aku hanya ingin menyampaikan khayalku tentang kamu. Aku
ingin sekali ingin sekali ingin sekali bertemu denganmu, tapi saat kamu juga
ingin bertemu denganku. Bukan, bukan pada saat “kalo mau ayo kalo nggak ya ga
masalah” it will not working honey. Kurasa dunia ini tidak adil. Aku
membutuhkan mu aku tidak bisa tanpa kamu, tapi kamu sudah tidak disana. Apa? Aku pasti bisa? No baby, you got 100%
wrong you didn’t know me that well. Jangan bertindak seperti Tuhan seolah kamu
tau tentang seseorang. Setiap manusia terlahir berbeda dengan masa lalu yang
berbeda. Sampai kamana pun tidak akan ada manusia yang mengerti perasaan
manusia lain. Dan yang lebih buruk dari
yang terburuk, I don’t have any strength for saying this shit.
Friday, May 15
Thursday, May 14
Friday, May 1
mimpi tanpa harapan
belajar menerima kenyataan yang ada.
aku memejamkan mataku pedih.
apa aku bisa?
tak terasa air mataku kembali berjatuhan. aku dan dia tidak akan pernah bisa bersatu.
selamanya, mimpi hanya akan menjadi mimpi.
mimpi yang begitu jauh. bahkan tidak akan tergapai.
harapan pun terasa tidak terasa tidak hendak menyambangi keputusannya.
pupus.
belajar menerimakenyataan yang ada.
jerit ketidak ikhlasan itu menutupi segenap kepasrahan hatiku.
aku memejamkan mataku pedih.
apa aku bisa?
tak terasa air mataku kembali berjatuhan. aku dan dia tidak akan pernah bisa bersatu.
selamanya, mimpi hanya akan menjadi mimpi.
mimpi yang begitu jauh. bahkan tidak akan tergapai.
harapan pun terasa tidak terasa tidak hendak menyambangi keputusannya.
pupus.
belajar menerimakenyataan yang ada.
jerit ketidak ikhlasan itu menutupi segenap kepasrahan hatiku.
Subscribe to:
Comments (Atom)