belajar menerima kenyataan yang ada.
aku memejamkan mataku pedih.
apa aku bisa?
tak terasa air mataku kembali berjatuhan. aku dan dia tidak akan pernah bisa bersatu.
selamanya, mimpi hanya akan menjadi mimpi.
mimpi yang begitu jauh. bahkan tidak akan tergapai.
harapan pun terasa tidak terasa tidak hendak menyambangi keputusannya.
pupus.
belajar menerimakenyataan yang ada.
jerit ketidak ikhlasan itu menutupi segenap kepasrahan hatiku.
Friday, May 1
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment