hari ini Dinna berangkat sekolah dengan segudang rencana. karena dia sudah memiliki janji akan menonton pertandingan basket sekolahnya di gor setelah pulang les. sebelumnya dia sempat bingung bagaimana caranya dia bisa menonton pertandingan basket itu karena dia pulang les tepat pukul 7 bersamaan dengan di mulainya pertandingan basket. Dinna pun menyusun rencana, dia akan segera pergi ke gor setelah lesnya berakhir. akhirnya satu hari di sekolah telah Dinna lewati sambil terus terpikir apakah dia akan sampai ke gor tepat waktu atau tidak. sekarang tiba saatnya Dinna les, dan 'tengtengteng' waktu les Dinna telah berakhir dan sekarang tiba saatnya untuk pulang. Dinna langsung mengemasi barang-barangnya dan melesat ke gor. jarak dai tempat les ke gor lumayan jauh, dan Dinna belum pernah pergi ke gor sendiri dari tempat lesnya. akhirnya sepanjang perjalanan dengan cemas karena takut salah jalan Dinna terus mengirimi temannya yang telah berada di gor sms-sms agar dia tidak tersesat. sesampainya di gor tepat sekali pertandingan basketnya selesai, Dinna tidak kecewa tidak bisa melihat pertandingan basket itu, karena memang tujuan dia datang bukan untuk melihat pertandingan basket malainkan diminta datang oleh seseorang. setelah menanti selama satu jam orang yang memintan Dinna datang tak kunjung menghampirinya Dinna mulai putus asa dan mengajak teman-temannya pulang. 'yasudah mungkin dia ga liat' pikir Dinna. ketika akan menyebrang di dekat gerbang gor datanglah satu gerombolan anak-anak sekolah Dinna dengan menggunakan motor, gerombolan itu berhenti sejenak menunggu kendaraan yang lewat. 'gue kaya kenal motor ini' pikir Dinna, ternyata setelah dilihat pengemudi motor itu adalah orang yang meminta Dinna datang ke gor dan dia membonceng seorang perempuan. saat itu walaupun sesak dan sakit Dinna hanya tersenyum sabar karena dia tidak tau harus apa, dia bingung harus merasa apa, dia tidak menegrti apa maksud orang itu menyuruhnya datang. apa hanya untuk melihatnya membonceng perempuan itu? menurut Dinna ini tidak adil, waktu itu dia merasa capek karena baru pulang les tanpa istirahat dia langsung menuju gor, dia sangat mengusahakan untuk datang. tapi sesampainya di gor dia merasa perjuangannya sangat sia-sia.
sekian
0 comments:
Post a Comment